Secara
umum sensor adalah komponen yang dapat digunakan untuk mengkonversi suatu
besaran tertentu menjadi satuan analog sehingga dapat dibaca oleh suatu
rangkaian elektronik. Jadi sensor merupakan peralatan yang digunakan untuk
merubah suatu besaran fisik menjadi besaran listrik sehingga dapat dianalisa
dengan rangkaian listrik tertentu. Sensor biasa digunakan untuk mengukur magnitude
sesuatu. Sensor merupakan jenis transducer yang digunakan untuk mengubah
variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan / arus
listrik. Sensor dikategorikan melalui pengukur dan memegang peranan penting
dalam pengendalian proses pabrikasi modern. Sensor memberikan ekivalen mata,
pendengaran, hidung, lidah untuk menjadi otak mikroprosesor dari system
otomatisasi industri.
Klasifikasi
Sensor
Secara
umum berdasarkan fungsi dan penggunaannya sensor dapat dikelompokan menjadi 3
bagian yaitu:
a.
sensor thermal (panas) :
b.
sensor mekanis
c.
sensor optik (cahaya)
Sensor
thermal adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi gejala perubahan
panas/temperature/suhu pada suatu dimensi benda atau dimensi ruang tertentu.
Contohnya; bimetal,
termistor, termokopel, RTD, photo transistor, photo dioda, photo multiplier,
photovoltaik, infrared pyrometer, hygrometer, dsb.
Sensor
mekanis adalah sensor yang mendeteksi perubahan gerak mekanis, seperti
perpindahan atau pergeseran atau posisi, gerak lurus dan melingkar, tekanan,
aliran, level dsb.
Contoh; strain
gage, linear variable deferential transformer (LVDT), proximity, potensiometer,
load cell, bourdon tube,dsb.
Sensor
optic atau cahaya adalah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari sumber
cahaya, pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengernai benda atau ruangan.
Contoh; photo
cell, photo transistor, photo diode, photo voltaic, photo multiplier, pyrometer
optic, dsb.
Berikut
adalah beberapa jenis sensor yang dapat dijumpai di lapangan :
1.1.
Sensor proximity
Sensor
proximity merupakan sensor atau saklar yang
dapat mendeteksi adanya target jenis
logam dengan tanpa adanya
kontak fisik. Biasanya sensor
ini tediri dari alat elektronis
solid-state yang terbungkus rapat untuk
melindungi dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang
berlebihan. Sensor proximity dapat diaplikasikan pada kondisi
penginderaan pada objek yang
dianggap terlalu kecil atau
lunak untuk menggerakkan suatu mekanis saklar.
1.2
Sensor Magnet
Sensor
Magnet atau disebut juga relai buluh, adalah alat yang akan terpengaruh medan
magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Seperti layaknya
saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh adanya medan magnet di
sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan
bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun uap.
1.3.
Sensor Sinar
Sensor
sinar terdiri dari 3 kategori. Fotovoltaic
atau sel solar adalah alat sensor sinar yang mengubah
energi sinar langsung menjadi energi listrik, dengan adanya penyinaran cahaya
akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan.
Demikian pula dengan Fotokonduktif
(fotoresistif) yang akan memberikan
perubahan tahanan (resistansi) pada
sel-selnya, semakin tinggi intensitas
cahaya yang terima, maka akan semakin kecil pula nilai
tahanannya. Sedangkan Fotolistrik adalah sensor yang berprinsip kerja
berdasarkan pantulan karena perubahan posisi/jarak suatu sumber sinar
(inframerah atau laser) ataupun target
pemantulnya, yang terdiri dari pasangan sumber
cahaya dan penerima.
1.4.
Sensor Ultrasonik
Sensor
ultrasonik bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara, dimana sensor
ini menghasilkan gelombang suara
yang kemudian menangkapnya kembali
dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya.
Perbedaan waktu antara gelombang suara
dipancarkan dengan ditangkapnya
kembali gelombang suara
tersebut adalah berbanding lurus dengan jarak atau tinggi objek
yang memantulkannya. Jenis objek yang dapat diindera diantaranya adalah: objek
padat, cair, butiran maupun tekstil.
1.5.
Sensor Tekanan
Sensor
tekanan – sensor ini
memiliki transduser yang mengukur
ketegangan kawat, dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal
listrik. Dasar penginderaannya pada perubahan tahanan pengantar
(transduser) yang berubah akibat perubahan panjang dan luas penampangnya.
Strain gage adalah sebuah contoh transduser pasif yang mengubah pergeseran
mekanis menjadi perubahan tahanan.
Sensitivitas sebuah strain gage
dijelaskan dengan suatu karakteristik
yang disebut factor gage
(factor gage), K, yang
didefinisikan sebagai perubahan satuan tahanan dibagi dengan
perubahan satuan panjang.
Perubahan
tahanan R pada sebuah konduktor yang penjangnya l dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan bagi tahanan dari sebuah konduktor yang penampangnya
serba sama, yaitu:
1.6.
Sensor Kecepatan (RPM)
Proses
penginderaan sensor kecepatan merupakan proses
kebalikan dari suatu motor,dimana suatu poros/object yang berputar
pada suatui generator akan menghasilkan suatutegangan yang sebanding dengan
kecepatan putaran object. Kecepatan putar sering puladiukur dengan
menggunakan sensor yang mengindera
pulsa magnetis (induksi) yangtimbul saat medan
magnetis terjadi.
1.7.
Sensor Penyandi (Encoder)
Sensor
Penyandi (Encoder) digunakan untuk
mengubah gerakan linear atau putaran menjadi
sinyal digital, dimana sensor putaran memonitor gerakan putar
dari suatu alat. Sensor ini biasanya terdiri
dari 2 lapis jenis penyandi, yaitu;
Pertama, Penyandi rotari tambahan (yang
mentransmisikan jumlah tertentu
dari pulsa untuk masing-masing putaran)
yang akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang diputar. Kedua,
Penyandi absolut (yang memperlengkapi
kode binary tertentu untuk masing-masing posisi
sudut) mempunyai cara kerja sang sama dengan perkecualian, lebih
banyak atau lebih rapat pulsa
gelombang kotak yang dihasilkan
sehingga membentuk suatu pengkodean
dalam susunan tertentu.
1.8. Sensor Suhu
Terdapat 4 jenis utama sensor suhu yang umum digunakan, yaitu thermocouple
(T/C)- lihat gambar 1.6, resistance temperature detector (RTD), termistor dan
IC sensor. Thermocouple pada intinya terdiri dari sepasang transduser panas dan
dingin yang disambungkan dan dilebur bersama, dimana terdapat perbedaan yang
timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan referensi yang berfungsi
sebagai pembanding. Resistance Temperature Detector (RTD) memiliki prinsip
dasar pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu.
Kesebandingan variasi ini adalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan
yang tinggi pada pendeteksian tahanan. Platina adalah bahan yang sering
digunakan karena memiliki tahanan suhu, kelinearan, stabilitas dan
reproduksibilitas. Termistor adalah resistor yang peka terhadap panas yang
biasanya mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat suhu meningkat maka
tahanan menurun atau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan
5% per C sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil. Sedangkan IC
Sensor adalah sensor suhu dengan rangkaian terpadu yang menggunakan chipsilikon
untuk kelemahan penginderanya. Mempunyai konfigurasi output tegangan dan arus
yang sangat linear.
Light Dependent
Resistant ( LDR )
·
Resistor yang LDR tersusun atas bahan
semikonduktor dan memiliki karakteristik nilai tahanan tergantung dengan
intensitas cahaya yang diterimanya.
·
Semakin tinggi intensitas cahaya yang
mengenai LDR, resitansinya semakin mengecil, begitu pula sebaliknya.
Gambar Rangkaian SENSOR
dengan menngunakan LDR.
Photodioda
·
Komponen ini akan mengubah energi
cahaya, dalam hal ini energi cahaya infra red memjadi sinyal listrik ( dalam
hal ini arus listrik ).
·
Merupakan sambungan dioda PN yang
memiliki kepekaan terhadap radiasi gelombang Elektromagnetik (EM) ketika jatuh
pada sambungan.
·
Dikarenakan sambungan PN sangatlah
kecil, dibutuhkan lensa untuk memfokuskan radiasi yang datang agar mendapatkan
respon yang baik.
·
Keunggulan device ini adalah nilai waktu
responnya sangatlah cepat. Kebanyakan memiliki waktu respon mendekati 1
Mikrodetik, bahkan ada yang mendekati 1 nano detik.
·
Semakin tinggi intensitas cahaya, maka
arus bocor pada sambungan PN semakin besar sehingga arus yang lewat sambungan
semakin kecil
Gambar rangkaian SENSOR
dengan menggunakan PHOTODIODA
Sumber:




0 komentar:
Posting Komentar